Blogger Layouts

Kamis, 22 September 2011

Pengalamatan jaringan

Pengalamatan jaringan TCP/IP

  • Alamat memiliki bentuk. Ada pola.
            1. nomor telepon: [kode negara]-[area]-[nomor pesawat]
            2. Alamat rumah: [nama jalan] [nomor] [kota]
  • Ada hubungan antara nama dan alamat (siapa, dimana) dan disimpan dalam suatu sistem, buku alamat.
  • Format alamat 32 bit (4 oktet; oktet adalah sistem bilangan 8 biner).
  • Contoh: 1F.A3.4B.27 (Hexadesimal) = 31.163.75.39 (desimal)

  • Minimal: 00.00.00.00
  • Maksimal: 255.255.255.255
  • Kepemilikan alamat IP dicatat oleh Network Information Center (NIC)
  • Alamat TCP/IP terdiri atas bagian NETWORK dan bagian HOST
  • Bagian network mencakup alamat jaringan (biasa disebut sebagai NETWORK) dan netmask.
  • Netmask merupakan penyaring (masker) yang menunjukkan bagian NETWORK dari sebuah alamat.

Contoh 1:
Sejumlah komputer terhubung dalam satu jaringan dengan ketentuan sbb:

    • network: 10.2.3.0
    • netmask: 255.255.255.0
    • broadcast: 10.2.3.255
    • host: 10.2.3.1 s/d 10.2.3.254
Dengan demikian, dalam jaringan tersebut maksimum dapat menampung 254 host.
Dalam pelatihan ini, tidak dijelaskan secara rinci tentang perhitungan biner dan mask. Peserta dianggap cukup mengerti bahwa “255″ berarti keseluruhan oktet digunakan sebagai alamat jaringan. Contoh kedua untuk menyatakan bahwa adanya penjelasan yang lebih tepat apabila peserta telah memahami perhitungan biner.
Contoh 2:
Sejumlah komputer terhubung dalam satu jaringan dengan ketentuan sbb:
• network: 167.205.23.16
• netmask: 255.255.255.240
• broadcast: 167.205.23.31
• host: 167.205.23.17 s/d 167.205.23.30
Dengan demikian, dalam jaringan tersebut maksimum dapat menampung 14 host.
Pembagian alamat jenis class berdasarkan oktet pertama, yaitu:
1. 0 s/d 127 (WAN?)
2. 128 s/d 181 (MAN?)
3. 192 s/d 223 (LAN?)
4. 224 s/d 239 (Multicast)
5. Experimental/extended : 240 s/d 255

Alamat khusus
• Identifikasi jaringan
• Alamat broadcast
• Loopback (127.0.0.1): alamat yang menyatakan diri sendiri (”aku”).
• Private Network: alamat-alamat tertentu yang boleh digunakan secara bebas, tetapi tidak ada di internet.
 Contoh: 192.168.0.0 -192.168.255.255 untuk kelas C

SUMBER : http://komputerinside.blogspot.com/2010/04/pengalamatan-jaringan-tcpip.html

Senin, 19 September 2011

PENGERTIAN DTE dan DCE


PENGERTIAN DTE
Data Terminal Equipment (DTE) adalah instrumen terakhir yang mengubah informasi  menjadi sinyal atau sinyal yang diterima reconverts.  Ini juga dapat disebut sirkuit ekor .
Sebuah perangkat DTE berkomunikasi dengan data circuit-terminating equipment (DCE).
DTE adalah unit fungsional dari sebuah stasiun data yang berfungsi sebagai sumber data untuk melakukan komunikasi data . Fungsi kontrol harus dilakukan sesuai dengan protokol link .
DTE merupaka sebuah peralatan atau subsistem yang saling berhubungan dengan beberapa peralatan yang melakukan fungsi yang diperlukan untuk memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi.
Biasanya, perangkat DTE adalah terminal (atau komputer meniru terminal), dan DCE adalah sebuah modem atau perangkat lain milik operator.
Aturan umum adalah bahwa perangkat DCE menyediakan sinyal clock (clocking internal) dan perangkat DTE mensinkronisasikan pada jam yang diberikan (clocking eksternal).
Istilah ini juga umum digunakan dalam dunia telekomunikasi untuk menentukan perangkat jaringan, seperti terminal, komputer pribadi tetapi juga router dan jembatan, yang tidak mampu atau tidak dikonfigurasi untuk menghasilkan sinyal clock.  Oleh karena itu koneksi PC ke PC Ethernet juga dapat disebut DTE ke komunikasi.  Komunikasi ini dilakukan melalui kabel crossover Ethernet sebagai lawan dari PC ke DCE (hub, switch, atau jembatan) komunikasi yang dilakukan melalui kabel straight Ethernet.

PENGERTIAN DCE
Data Circuit Equipment (DCE) adalah perangkat yang terletak antara Data Terminal Equipment dan Data Circuit Transmisi .  Hal ini juga disebut peralatan komunikasi data dan operator peralatan data.
DCE melakukan fungsi seperti sinyal konversi, coding , dan garis clocking dan dapat menjadi bagian dari peralatan DTE.
Meskipun istilah yang paling sering digunakan adalah RS-232 , nammun DTE dan DCE merupakan standar dari Peralatan Komunikasi Data yang kedua peralatan tersebut saling berkomunikasi.  Nama peralatan yang menggunakan peralatan standar ini adalah sbb:
•     Federal Standard 1037C , MIL-STD-188
•     RS-232
•     Beberapa ITU-T standar dalam seri V (terutama V.24 dan V.35)
•     Beberapa ITU-T standar dalam seri X (terutama X.21 dan X.25)
Ketika dua perangkat, DTE dan DCE harus dihubungkan bersama tanpa modem atau media penerjemah, maka harus digunakan kabel  crossover, seperti modem null untuk RS-232 atau Ethernet .
Kabel Konsole
Kabel ini berfungsi untuk mereset senao EOC 3220, 3610, 8610 dan juga bisa digunakan untuk mereset mikroik.

PENGERTIAN CPE

(CPE) adalah terminal dan terkait peralatan yang terletak pada pelanggan lokasi pelanggan dan terhubung dengan carrier s ' telekomunikasi saluran (s) pada titik demarkasi ("demarc").  Demarc merupakan titik didirikan di sebuah bangunan atau kompleks untuk peralatan pelanggan terpisah dari perusahaan telepon peralatan.

CPE umumnya mengacu pada pelanggan yang dimiliki telepon , router , switch , atau set-top boxes untuk digunakan melalui jasa Penyedia Layanan Komunikasi '.  CPE juga termasuk sistem telepon kunci dan pertukaran cabang pribadi .  CPE mengeluarkan  tegangan lebih untuk perlindungan peralatan dan membayar telepon


sumber : http://daniramdaniluck.wordpress.com/2010/06/01/fungsi-kabel-straightcrosskonsoledce-dan-dte/

Topologi Jaringan

Topologi dalam jaringan mengandung dua pengertian dilihat dari sisi pengkabelan dan dari sisi aliran data. Jika dilihat dari aliran data pada jaringan, maka topologi yang dimaksud adalah topologi logika dan jika dilihat dari sisi pengkabelannya, maka topologi yang dimaksud adalah topologi fisik.
Topologi logika    : gambaran bagaimana aliran data dalam suatu jaringan.
Topologi fisik    : bentuk layout pengkabelan yang diimplementasikan pada jaringan. Dapat dikatakan bahwa topologi fisik jaringan adalah konfigurasi semua komputer baik workstation maupun server, peralatan serta kabel dalam suatu jaringan.

Bentuk-bentuk topologi secara fisik yang ada dalam sistem jaringan dapat dikelompokan menjadi dua topologi dasar yaitu: point-to-point/peer-to-peer, dan multi point/dedicated server.
Topologi point-to-point : topologi yang menggambarkan antara dua komputer atau lebih tepatnya antara    dua titik,
Topologi multi point     : topologi yang menggambarkan bagaimana beberapa komputer (lebih dari dua) terhubung dengan menggunakan media transmisi. Berikut merupakan sedikit penjelasan beberapa topologi fisik yang banyak dipakai dalam jaringan pada umumnya;
1.      Topologi Bus Linear
Dalam topologi bus, semua komputer dan peralatan dihubungkan pada suatu kabel linear.
Keuntungan topologi bus linear : 
ü  Sangat mudah untuk menghubungkan komputer serta peralatan lainnya pada kabel bus linear. 
ü  Kabel yang dibutuhkan tidak terlalu banyak.
Kerugian topologi bus linear adalah sebagai berikut: 
o   Jika salah satu sambungan dalam bus linear putus maka seluruh jaringan tidak akan berfungsi. 
o   Dibutuhkan terminator pada dua ujung kabel utama.
      o   Sulit untuk mengidentifikasi kesalahan jika seluruh jaringan tidak bekerja.

2.      Topologi Cincin (Ring)
Dalam topologi ring (cincin) komputer dan peralatan lainnya dihubungkan pada suatu kabel utama sehingga kabel utama membentuk suatu ring.

Keuntungan topologi ring (cincin) adalah sebagai berikut: 
ü  Jika salah satu peralatan rusak, maka tidak akang mengganggu kerja jaringan karena tiap peralatan
tidak dihubungkan langsung tetapi melewati bus.
Kerugian topologi ring (cincin) adalah sebagai berikut: 
o   Jika kabel rusak, maka semua peralatan jaringan tidak berfungsi. 
o   Sulit dalam pengelolaan.
3.      Topologi Bintang (Star)

Dalam topologi star (bintang) dirancang sehingga seluruh komputer dan peralatan jaringan terhubung secara langsung pada suatu pusat jaringan berupa switch/hub/konsentrator Selain menjadi pusat jaringan switch merupakan repeater aliran data dalam jaringan bertopologi star.


Keuntungan topologi Star (Bintang) adalah sebagai berikut: 
ü  Mudah dalam instalasi pengkabelan. 
ü  Tidak ada gangguan dalam jaringan, pada saat memasang dan melepas peralatan atau komputer
dalam jaringan. 
ü  Mudah untuk mendeteksi kesalahan.
Kerugian topologi Star (Bintang) adalah sebagai berikut: 
o   Membutuhkan kabel yang cukup panjang. 
o   Jika switch atau pusat jaringan rusak maka jaringan tidak akan bekerja. 
o   Investasi cukup mahal karena memerlukan peralatan switch/hub/konsentrator.

 4.     Mesh Topologi

Dalam topologi ini ,setiap host dapat menjadi client maupun server bagi host yang lainnya .
Keuntungan dari penggunaan topologi mesh:
ü  Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault tolerance.
ü  Terjaminnya kapasitas channel komunikasi, karena memiliki hubungan yang berlebih.
ü  Relatif lebihmudah untuk dilakukan troubleshoot.
         
 Kerugian dari Penggunaan Topologi Mesh
o    Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat jumlah komputer dan peralatan-peralatan yang terhubung semakin meningkatjumlahnya.
o    Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.
   
5.      Topologi Pohon (Tree)

Dalam topologi tree (Pohon) merupakan topologi yang menghubungkan dua topologi sekaligus, yaitu topologi star dan topologi bus linear. Dalam topologi ini dimungkinkan melakukan perluasan jaringan secara mudah.


Keuntungan topologi Tree (Pohon) adalah sebagai berikut: 
ü  Pengkabelannya point-to-point untuk tiap bagian jaringan.
Kerugian topologi Tree (Pohon) adalah sebagai berikut: 
o   Jika jalur utama putus maka sistem kerja jaringan tidak akan berfungsi. 
o    Sulit dalam konfigurasi dan pengkabelannya.

Sumber : http://maoels.wordpress.com/2008/09/09/topologi-jaringan/ dan dari pelajaran yang didapat

Kamis, 08 September 2011

Laporan Enkapsulasi Handshaking & Flow Control

Jumat, 12 Agustus 2011

laporan penggunaan wireshark

laporan wireshark">